NPM : 13.13101.10.27
Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. H. SUPLI EFFENDI RAHIM, M.Sc
Istilah Ecological Footprint (jejak ekologi)
memang tidaklah sepopuler istilah konservasi. Sebagai sebuah metodologi,
Ecological Footprint diperkenalkan oleh para pencinta lingkungan sebagai upaya
meyakinkan masyarakat luas atas dampak gaya hidup manusia dalam mempengaruhi
dan mereduksi langsung kemampuan bumi dalam menyediakan sumber daya alam, baik
di darat maupun laut, yang mempunyai ekosistem produktif terhadap alam dan
mengkomunikasikannya secara kuantitatif dalam bentuk yang mudah dipahami.
Untuk mengukur dan mengetahui
bagaimana dampak gaya hidup kita, dapat dilakukan dengan cara mengikuti
ecological footprint quiz (kuis jejak ekologi)
Atau bisa juga dengan menghitungnya melalui Ecological Footprint
Calculator (kalkulator jejak ekologi). Metode ini mempermudah kita melihat
hubungan sebab akibat dari tindakan atau gaya hidup manusia terhadap kemampuan
bumi dalam menopang kebutuhannya di dunia ini secara kuantitatif. Sehingga kita
dapat mengetahui seberapa boros, seberapa banyak kita menghasilkan limbah dan
seberapa berbahaya limbah yang kita hasilkan, hingga menyangkut penjumlahan
total lahan yang diperlukan untuk menyediakan makanan, perumahan, transportasi,
bahan-bahan konsumsi yang lain, serta pelayanan yang kita gunakan.
Namun tidak semua lahan bisa berfungsi untuk menunjang kehidupan kita secara berkelanjutan. Oleh karena itu Jejak Ekologi hanya mengukur lahan yang mampu berproduksi dan mengelola limbah secara alami, atau yang disebut lahan produktif biologis.
Namun tidak semua lahan bisa berfungsi untuk menunjang kehidupan kita secara berkelanjutan. Oleh karena itu Jejak Ekologi hanya mengukur lahan yang mampu berproduksi dan mengelola limbah secara alami, atau yang disebut lahan produktif biologis.
***
Sebuah pendekatan yang
baru-baru ini populer dengan Ecological Footprint menjadi alat ukur yang
mengkaji tingkat konsumsi manusia dan dampaknya terhadap lingkungan. Konsep
"jejak kaki ekologis" (Ecological Footprint) diperkenalkan
pada tahun 1990-an oleh William Rees dan Mathis Wackernagel (Wackernagel and
Rees, 1996).
Ecological Footprint adalah alat bantu untuk
dapat kita pergunakan dalam mengukur penggunaan sumberdaya dan
kemampuan menampung limbah dari populasi manusia dihubungkan dengan kemampuan
lahan, biasanya dinyatakan dalam hektar.
Ecological Footprint dapat digunakan sebagai
ukuran prestasi kita dalam mendukung keberlanjutan bumi ini, dan menjadi
indikator terbaik dan efisien dalam mendukung keberlanjutan kehidupan. Alat
ukur ini menjadi penting dalam konteks untuk mengetahui apakah kegiatan
konsumsi yang kita lakukan masih dalam batas daya dukung lingkungan ataukah
sudah melewatinya, dengan kata lain masih dalam surplus ataukah sudah dalam
defisit (penurunan kualitas) ekologi.
Ecological Footprint secara sederhana dapat
ditentukan dengan menelusuri berapa besarnya konsumsi sumberdaya alam (baik
berupa produk ataupun jasa), serta sampah yang kita produksi dan disetarakan
dengan area permukaan bumi yang produktif secara biologis dalam satuan luasan
hektar (ha). Istilah jejak kaki atau footprint telah dikenal secara umum dalam
pengelolaan sumber daya alam di dunia internasional sebagai metode perhitungan
kuantitatif yang menunjukkan pemanfaatan sumber daya alam oleh manusia dalam
kehidupannya sehari-hari. Saat ini telah dikenal tiga jenis footprint
dalam kehidupan sehari-hari, yaitu 1) ecological footprint, 2) carbon
footprint dan 3) water footprint. Satuan dan sumber daya yang
dianalisis secara spesifik oleh masing-masing jenis footprint tersebut
berbeda-beda.
Ecological footprint difokuskan
untuk menghitung penggunaan lahan bioproduktif yang digunakan untuk
menyokong populasi dunia dan dinyatakan dalam satuan hektar. Perhitungan carbon
footprint dititikberatkan pada penghitungan penggunaan energi yang
dinyatakan dalam volume emisi karbondioksida (CO2) menggunakan
satuan ton. Water footprint adalah jenis footprint yang terakhir.
Footprint ini menghitung penggunaan air untuk menyokong kehidupan
manusia yang dinyatakan dalam satuan volume air (M3).
Konsep ecological footprint (EF), atau jejak
kaki ekologis, pertama kali diperkenalkan oleh William Rees dan Martin
Wackernagel pada tahun 1990-an. Konsep ini pada dasarnya dikembangkan sebagai
usaha pencarian indikator untuk pembangunan berkelanjutan dan khususnya
diharapkan dapat menjadi metode untuk mengukur secara
kuantitatif mengenai hubungan perlakuan manusia terhadap bumi dengan
daya dukung yang dimiliki oleh bumi itu sendiri (Wackernagel and Rees, 1996).
Konsep ini menegaskan bahwa hampir semua tindakan dan perilaku hidup manusia,
misalnya perilaku konsumsi dan transportasi, akan membawa dampak ekologis atau
dampak bagi lingkungan (Hoekstra, 2007). Pendekatan EF dapat digunakan
untuk mendidik masyarakat mengenai penggunaan sumber daya alam yang berlebihan
dan kemampuan daya dukung bumi untuk menyokong keberlanjutan hidup mereka.
Pendekatan ini dapat digunakan sebagai indikator keberlanjutan. Pendekatan ini
juga memberikan penjelasan mengenai dampak perilaku manusia terhadap lingkungan
dan dapat menghubungkannya dengan daya dukung bumi.
Jenis analisis footprint yang kedua adalah
Analisis carbon footprint (CF). Carbon footprint adalah
indikator mengenai dampak aktivitas manusia terhadap iklim global yang
dinyatakan dalam jumlah gas rumah kaca (GRK) yang diproduksi. Carbon
footprint secara konseptual menggambarkan kontribusi individu atau negara
terhadap pemanasan global. Carbon footprint dapat menunjukkan total
emisi karbondioksida (CO2) dan gas rumah kaca lainnya yang
diemisikan pada seluruh proses untuk menghasilkan produk atau jasa (Hoekstra,
2008).
jenis
analisis footprint yang terakhir adalah analisis water foootprint (WF). Water
footprint dikembangkan oleh Hoekstra pada tahun 2002. Water footprint dapat
merepresentasikan jumlah volume air tawar yang dibutuhkan untuk menjaga
keberlanjutan suatu populasi, seperti yang diungkapkan oleh Madrid et al
“The water footprint represents the freshwater volume required to sustain a
population” (Madrid et al., not dated).
Hoekstra dan Chapagain (2004) dalam laporan hasil
penelitiannya mendefinisikan water footprint individu, bisnis
atau negara adalah total volume air tawar yang digunakan untuk memproduksi
makanan dan jasa yang dikonsumsi oleh individu, bisnis atau negara. Nilai water
footprint umumnya dinyatakan dalam satuan volume air yang digunakan setiap
tahunnya. Saat ini, water footprint telah berkembang menjadi alat
analisis yang digunakan untuk mengarahkan perumusan kebijakan kearah isu-isu
mengenai keamanan air dan penggunaan air yang berkelanjutan di negara maju
(Hoekstra, 2008).
Ecological Footprint dibutuhkan
untuk menerjemahkan semua efek
ekologikal dari aktivitas manusia pada lahan yang digunakan manusia
untuk memproduksi barang termasuk kandungan limbah yang dihasilkan.
MENGHITUNG JEJAK EKOLOGI PRIBADI
|
Jejak Ekologis
|
||
|
No.
|
Hal
|
Skor
|
|
A.
1.
|
Transportasi
Dengan apa anda bepergian hari ini?
a.) Berjalan
b.) Bersepeda
c.) Naik
Angkutan Umum
d.) Menumpang
e.) Naik Kendaraan Pribadi
(Kalikan setiap skor dengan berapa sering hal
tersebut dipakai dalam satu hari dan kemudian ditotalkan)
|
0
5
10
15
30
Sub–Total : 30 X 2 = 60
|
|
B.
1.
|
Pemakaian Air
Berapa banyak air yang dipakai ?
a.) Tidak
mandi
b.) Mandi,
1-2 menit
c.) Mandi, 3-6 menit 2x 10
d.) Mandi,
10 menit
e.) Mandi
dengan satu bath tub penuh
f.) Mandi dengan air ½ bath tub
g.) Mandi
dengan air bekas orang lain
h.) Menggosok
gigi dengan air keran tetap mengalir
i.) Mencukur kumis / jenggot dengan air kran tetap
mengalir
|
0
5
20
20
20
10
10
5
5
Sub–Total : 20
|
|
C.
1.
2.
3.
4.
5.
|
Pakaian
Apakah anda memakai baju lebih dari sekali sebelum
dicuci?
a.) Sering
b.) Kadang-kadang 2x 5
c.) Tidak
pernah
Saya menggunakan pakaian bekas (diperbaiki)
a.) Ya
b.) Tidak
Saya memperbaiki baju saya sendiri
a.) Ya
b.) Tidak
50% dari baju saya adalah baju turunan
a.) Ya
b.) Tidak
Saya membesihkan dan mengeringkan baju
a.) None
b.) 1-5
lembar
c.) > 6 lembar
|
0
10
10
-5
0
-5
0
-5
0
0
10
20
Sub–Total : 30
|
|
D.
1.
2.
3.
|
Rekreasi
Mengenali permainan, olahraga, dan aktivitas dimana
anda terlibat, pada hari biasa diwaktu panjang
Seberapa banyak alat yang diperlukan
a.) Tidak
ada atau sedikit
b.) Beberapa
c.) Cukup
banyak
Seberapa luas lahan yang digunakan untuk bermain
dilapangan, dataran es, kolam renang, untuk memenuhi kebutuhan rekreasi anda?
a.) Tidak
ada atau sedikit
b.) Sedang (<
1 hektar)
c.) Cukup
besar (> 1 hektar)
Saya menghabiskan uang hari ini untuk belanja
(pakaian, baju, peralatan olahraga, dll)
a.) Tidak
ada
b.) $5
c.)
$10
d.)
>$10
|
0
10
20
0
10
20
0
10
20
1 pt. per
dollar
Sub–Total : 30
|
|
E.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
|
Makanan
Berapa porsi daging yang dimakan sehari ?
a.) 0
b.) 1porsi
c.) 2
porsi
d.) 3
porsi
Seberapa banyak makan bersisa dipiring ?
a.) Tidak
ada
b.) Sedikit
c.) Cukup
banyak
Saya mengkonsumsi sisa campuran sayur dan buah
a.) Ya
b.) Tidak
Makanan yang saya makan adalah makanan lokal?
a.) Semuanya
b.) Beberapa
c.) Tidak
ada
Makanan yang saya makan adalah produk organik?
a.) Semuanya
b.) Beberapa
c.) Tidak
ada
Makanan yang dikonsumsi dibungkus kertas / plastik ?
a.) Tidak
b.) Beberapa
c.) Semuanya
|
0
10
20
30
0
5
10
0
10
0
10
20
0
10
20
0
10
20
Sub–Total : 55
|
|
F.
1.
|
Sampah
Jika saya membuang seluruh sampah hari ini, seberapa
besar tempat sampahnya ?
a.) Peti
kayu
b.) Kotak
sepatu
c.) Secangkir
d.) Tidak
ada sampah
|
30
40
5
0
Sub–Total : 5
Total 1 = 200
|
|
G.
|
Ruang Tinggal
Hitung dalam satuan meter persegi ruang indoor yang
diperlukan dalam keseharian, termasuk semua ruangan dirumah (termasuk garai,
sekolah (kantin, kelas), kantor (ruang kantor pribadi, area kerja, toilet).
Bagi luas total ruangan dengan jumlah orang didalamnya
Contoh :
Living Space Averages Educ.Space / Per Student
Ave Dorm Space – 25 sq m Classroom and Lab – 30 sq m
Ave Apt. Space
- 35 sq m Administration – 3
sq m
Other – 5 sq m
Add up “a-d”
for “Total Square Meters”
( 1 sq. meter = 10 sq. feet)
a) “Home” sq. meters = 240
Divided by # of people = 30
b) Schools sq. meters =_________________ sq. meters
Divided by # of people = _____________ sq. meters
c) Office sq. meters ____________________ sq. meters
Divided by # of people _______________ sq. meters
d) Other sq. meters = ________________ sq. meters
Divided by # of people = ___________ sq. meters
|
Total 2 = 30
|
|
TOTAL KESELURUHAN = (Total 1 +
Total 2) X 3
= (200 + 30) X 3 =
690
Anda telah menghitung total dari “tiga” tipikal dari
keseharian anda. Sekarang ubah total keseluruhan tersebut menjadi jejak
ekologis pribadi anda, menggunakan rumus dibawah :
Total keseluruhan
dibagi 100 = Jejak Ekologis anda dalam satuan hektar
Jejak Ekologis Pribadi = 690 / 100 = 6,9 hektar
|
||
Jadi Ecological Footprint dapat digunakan sebagai ukuran kemampuan kita dalam mendukung
keberlanjutan bumi ini, dan menjadi indikator terbaik dan efisien dalam
mendukung kelangsungan kehidupan. Alat ukur ini menjadi penting dalam konteks
untuk mengetahui apakah kegiatan konsumsi yang kita lakukan masih dalam batas
daya dukung lingkungan ataukah sudah melampaui ambang, dengan kata lain masih
dalam surplus ataukah sudah dalam defisit (penurunan kualitas) ekologi.
***
Daftar
Pustaka
Dirjen ESDM.
2010. Kebijakan Penyediaan, Pemanfaatan
dan Tata Niaga Bahan
Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain. Makalah Seminar. FP
UB-Dirjen ESDM Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, 15 Januari 2010
"Global Footprint Network
Homepage." Global Footprint Network. www.footprintnetwork.org
Hairiah.K,Mein
e van Noordwijk, and Stephan Weise. Sustainability of Tropical
Land Use Systems After Forest Conversion
Monfreda, C., M. Wackernagel and D.
Deumling. "Establishing national natural capital
accounts
based on detailed Ecological Footprint and biological capacity
assessments." Land Use Policy 21 (2004): 231-246.
Scherr, S.J, J.C. Milder, and M. Inbar. 2007. Paying
Farmers for Stewardship. In
Scherr, S.J and J.A. McNeely
(Editors). Farming with Nature: Science
and
Practice of Ecoagriculture.
IslandPress. Washington.
Suharto, E.
2009. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis
Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial.
Rafika Aditama.
Semoga Bermanfaat